heru cokro tunjung seto

Kamis, 20 Januari 2011

IKHLAS......NRIMO ING PANDUM ?

[QS 16:98] Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
[QS 96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

     Suatu hari, saya menerima modul tentang ikhlas dari kang afi, (salah seorang sahabat saya yang low profil banget paketan dengan pasangan hidupnya bu melati) tentang makna ikhlas dan mukhlisin…
Juedeeeerrrrrr…..derrrr…saya tertegun sekaligus terpesona setelah belajar dan memahami modul itu, ternyata apa yang selama ini orang katakan tentang ikhlas tidak semudah dan seenteng ungkapan nya…..’aku ikhlas koq menolong dia’ ( tetapi terekspressi ‘haloooo, aku penolong dia lho’)….atau ’aku sudah ikhlas kehilangan dia, karena Allah sudah berkehendak dan pasti yang terbaik’…. (sambil nangis tersedu sedan dan nafas sengal menahan kesedihan yang mendalam)…atau makna ikhlas yang sekarang ini ada adalah sikap ’nrimo ing pandum’, terima apa adanya…didzolimi diam, dijahati diam….atau bahkan yang lebih atractif lagi mereka yang cuek n easy going terhadap apa yang dialami dan didapatkan , ia menerima dengan ‘ketabahan, ketegaran, kesabaran dan jiwa yang tidak tergoncang’ (maturnuwun kang afi).

      Apa dan bagaimana Ikhlas itu, koq iblis sampai tidak bisa menyesatkan orang orang yang ikhlas / Mukhlisin [QS 38:82-85]
[82] Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan        mereka semuanya, [83] kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara    mereka. [84] Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan". [85] Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.

     Berarti untuk bisa ikhlas, minimal mendekati ikhlas , perlu adanya proses atau tahapan tahapan yang Iblis nggak bisa masuk, kalu iblisnya nggak bisa masuk, pasti Allah nya suka sehingga kita masuk dalam Perlindungan dan Dekapan Allah sang Maha KASIH SAYANG……
     Saya baru puahaaam buanget, kenapa sahabat saya si Abah terlalu amat sangat ‘cerewet’ selalu mengingatkan kita semua untuk terus menerus ta’audz mulai bangun tidur sampai mau tidur ,karena dengan Ta’audz ada dua manfaat yang kita dapatkan, 1) selalu ingat Allah , karena kalau kita ingat Allah , baru Allah nya ingat kita (QS.2:152 Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.) juga Hubungan timbal balik antara hamba denga Rabb Nya, 2) Meminta perlindungan dan Allah nya memberi perlindungan dan kalau Allah melindungi kita, maka iblisnya ngaciiiiiiiiir…..(tapi tetep mengintai terus,begitu kita lalai ta’audz…..wuzzzzzzz, iblisnya masuk lagi, dasar si heru ech si iblis…..he..he… )….
[QS 15:39-43] :[39] Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, [40] kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". [41] Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). [42] Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. [43] Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.

     Wooow….wooow...woooow,kata Allah, Orang yang ikhlas adalah orang taat yang Allah dan Rasul nya, dan tidak mengikuti langkah setan,dan tidak memandang baik perbuatan maksiat. Kata Allah si mukhlis adalah jalan yang lurus….Kata Allah kalau kita mukhlis Allah akan menjaga kita ….wajib lagi…Siapa mau ? Maauuuuu……

     Puahaaaam banget mau nya Sang Maha MAU….ujung ujungnya adalah Ihdinasshirotolmustakim…Jalan lurus ..Jalan yang selalu kita minta setiap hari minimal 17 kali….jalan yang dilegenda kan dengan rambut dibelah tujuh,yang kalau saat meniti rambut tersebut terpeleset berarti jatuh di neraka. Adakah orang yang sekarang ini sudah menempati zona jalan lurus…Adaaaa… Siapa ? para nabi, shidiqin, syahidin dan juga orang saleh (QS.4:69 . Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.) jadi ingat lagu tombo ati…wong kang shaleh kumpulono…/dekatilah orang yang shaleh), Dan mereka semua hanya menyembah Allah SWT (QS. 19.36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, Maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. QS. 3.51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, Karena itu sembahlah Dia inilah jalan yang lurus".).

     Duahsyaaaat...…muantab rek….Apalagi perintah 6M (Membaca, Mempelajari, Melaksanakan, Mensyiarkan, dan Melestarikan) Al Qur’annya nggak pernah telat, karena Al Qur’an itu adalah jalan lurus, (QS.46.30. Mereka berkata: "Hai kaum Kami, Sesungguhnya Kami Telah mendengarkan Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.) bahkan lebih lurus… rus…russs…..(QS.17.9. Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar).

     Kata bapak Afi, ikhlas adalah hasil dari sebuah proses yang sangat panjang dan bueraaat, karena di zona itu ada ‘saudara tua’ kita yang sampai bersumpah untuk menghalang halangi kita dari zona lurus, Ikhlas bukan given, bukan pemberian…, bukan mak bedunduk …langsung bisa ikhlas (aliran ayat nya jelas). (QS.7.16. Iblis menjawab: "Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, QS.7.17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
     Allah sudah menjelaskan dengan gamblang malalui firmanNya bagaimana caranya agar kita bisa melenggang enak saat. melintasi jembatan Shirotholmustaqim, menikmati jalan lurus sampai akhir zaman … 

     Yuck….bareng bareng kita bertekad untuk berada di jalan yang lurus dengan cara 1). Menyembah hanya kepada Allah, 2). 6 M Al Qur’an,          3.) menjadi mukhlisin ,dengan selalu Ta’audz , ditambah dengan Taqwa dan selalu berbuat baik……

     Semoga Allah Ridho dengan semua perjalanan hidup kita,….Semoga Allah memasukkan kita ke golongan hamba Nya yang mukhlisin agar kita semua diRidhoi dan dipilih untuk episode kehidupan selanjutnya….Amiiin ya Rabbalalamin. Mohon ma’af lahir batin dunia akhirat…
Heru – Hsb, Kamis,19 Januari 2010.

2 Komentar:

Blogger satriausinara mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb. Setelah membaca tulisan Ibu saya merasa mendapatkan pencerahan lagi tentang tujuan dan makna hidup sebenarnya. Terima kasih Bu selalu mengingatkan anakmu. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan, motivasi dan wawasan kepada yang lain.

(Haris S) SMANIX 1992

21 Januari 2011 pukul 19.12  
Blogger Carla Helsi Andina mengatakan...

Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Assalaamu'alikum. wr wb bu...terimakasih share nya di blog ini. Alhamdulillah saya baca semuanya tulisan ibu yang punya warna tersendiri. saya berharap saya juga bisa berbuat seperti ibu dan tegar dalam kasih sayang Allah swt. Terus melangkah ya bu..krn langkah tak pernah bisa kita hentikan sebagai bukti bahwa langkah kitapun tidak luput dari campur tangan Allah.swt. Semoga apa yang ibu usahakan memperoleh mardhatilah yang berbuahkan pahala. Insyaallah akan ibu nikmati nanti di sisi Allah swt.Amiin ya rabbal alamiin

22 Januari 2011 pukul 21.14  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda